Paru paru basah apa sama dengan Tbc?

Paru paru basah apa sama dengan Tbc?

Paru paru basahPenyakit paru paru basah dan tbc merupakan salah satu penyakit yang mematikan bahkan bisa menyebkan kematian. yang jadi pertanyaan paru paru basah apa sama dengan tbc? jika beda bagaimana cara membedakan penyakit paru paru basah dan tbc ?

Paru paru basah apa sama dengan Tbc?

Paru-paru basah dalam bahasa medis disebut pneumonia, yaitu infeksi pada paru oleh kuman yang memicu reaksi peradangan dan kantong-kantong udara di paru (alveoli) menjadi bengkak dan mengandung cairan. Tuberkulosis (TBC) atau sering disebut bahasa awam flek paru, sebenarnya juga merupakan suatu bentuk pneumonia, namun kumannya adalah kuman yang spesifik yaitu kuman tuberkulosis. Pneumonia banyak penyebabnya, paling umum disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae atau pneumokokus, tetapi juga bisa disebabkan oleh virus maupun jamur.

Baik TB maupun pneumonia bisa menyebabkan kumpulan cairan di paru yang jika sudah berat memerlukan pengeluaran cairan.

  • Pada pneumonia, biasanya gejala yang timbul adalah demam, batuk, sesak, lemas, dan nyeri otot.
  • Tbc biasanya gejalanya lebih perlahan, ditandai dengan batuk berdahak kronik lebih dari 3 minggu, batuk disertai darah, keringat malam, penurunan berat badan, pembesaran kelenjar getah bening, dll.

Bagaimana cara membedakan penyakit paru paru basah dan tbc?

Untuk membedakan paru paru basah dan tbc bisa di lihat dari gejalanya. Namun untuk lebih memastikannya, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter baik dengan tanya jawab, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti rontgen. Pada rontgen pneumonia cenderung di bagian bawah paru, sedangkan TB membentuk infiltrat di bagian atas, walaupun tidak selalu demikian.

Agar terhindar dari penyakit paru paru basah dan tbc, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan diantaranya:

  • Hindari merokok
  • Makan makanan yang sehat dan bergizi setiap hari seperti daging, ikan, kentang, susu, telur, dan berbagai macam jenis buah dan sayur setiap harinya
  • Istirahat cukup minimal 8 jam sehari
  • Cukup minum air putih
  • Berolahraga secara rutin untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh
  • Pastikan rumah dan kamar Anda memiliki ventilasi udara yang baik
  • Tutup mulut saat bersin atau batuk, atau kenakanlah masker

Sumber : Alodokter

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.